Mendapatkan Bantuan FIFA Untuk Infrastruktur & Pembinaan
FIFA akan memberikan bantuan dana sekitar 500 ribu USD atau Rp 5 Miliar kepada PSSI. Kepastian ini setelah perwakilan FIFA, David Borja bersama Domek Garamendi mempelajari grand desain dan melihat langsung lokasi pembangunan pusat latihan Timnas Indonesia di Sawangan Depok. "Kami sudah melihat lokasi yang dipersiapkan, dan puas akan kondisi luasnya tana, serta dokumen-dokumen yang diperlukan juga telah dipersiapkan dengan baik, karena itu menjadi persyaratan bagi kami," ucap David Borja FIFA Development Manager for Asia and Oceania di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8).
David Borja bersama Domek Garamendi yang juga perwakilan FIFA didampingi Sekjen PSSI, Joko Driyono, Goal Project Indonesia Officer, Chandra Solehan mengunjungi lokasi tersebut. Langkah ini dilakukan setelah sebelumnya pihak PSSI mengajukan grand desain serta proposal kepada FIFA untuk mendapatkan kucuran bantuan dana tersebut.
"Kami mendukung dan melihat peluang Indonesia mendapatkan dana bantuan dari FIFA ini, karena dalam statuta FIFA mendukung semua rencana dan program pembinaan sepakbola, jika syarat dipenuhi. Dan Indonesia sudah lama sekali tidak mendapatkannya. Jadi ini peluang yang sangat besar bagi Indonesia, mengingat semua persyaratannya sudah kami periksa," ucap David.
Namun dirinya mengaku keputusan final pemberian dana sebesar Rp. 5 miliar tersebut akan ditentukan dalam pertemuan komite pengembangan FIFA pada September mendatang. "Kami belum bisa memastikan apakah Indonesia mendapatkan dana bantuan tersebut atau tidak, tetapi yang pasti semua persyaratan tersebut telah dipenuhi. Untuk itu jika semua sudah berjalan dengan baik, proses pembangunanya akan selesai pada tahun 2014 mendatang," tutur David.
Namun David menegaskan nantinya jika proses pemberian dana berhasil diberikan kepada Indonesia, maka proses pelaksanaan pembangunan tersebut akan diberikan kepada pihak ketiga. "Jadi nantinya program ini tidak langsung kami berikan kepada PSSI, melainkan FIFA akan kasih dana kepada kontraktor dari perusahaan Malaysia untuk menjalankan pembangunan lapangan tersebut, dan FIFA yang langsung mengontrak kontraktor tersebut, Jadi dana tidak kita berikan kepada PSSI, namun setelah project pembangunan selesai, akan kami langsung berikan kepada PSSI," jelas David.
Sementara itu, Sekjen PSSI Joko Driyono menegaskan nantinya dana yang diberikan FIFA digunakan untuk pembangunan nasional youth training center dengan persiadaan 3-4 lapangan sepakbola sintesis, dengan ruang fasilitas pendukung, seperti tempat belajar, penginapan serta lainnya. "Konsepnya untuk usia muda under 16. Juga aktivitas sekolah. Jadi jika dengan kehadiran dua perwakilan FIFA ini, maka semakin memberikan kesempatan besar bagi Indonesia mendapatkan bantuan dana Rp. 5,3 miliar. Apalagi syarat-syarat administratif sudah dilengkapi, termasuk grand design, proyeksi penyelesian, dll. Dan dokumen tanah di Sawangan Depok yang lengkap, sehingga mereka percaya akan rencana kita ini," tuturnya.
Namun Joko mengaku untuk pembangunan nasional youth training center ini, PSSI membutuhkan dana sebesar Rp. 30 miliar. "Kita akui kebuthan pembangunan ini adalah Rp. 30 miliar, namun bantuan ini mendukung kita dalam mempersiapkan semuanya. Kedepan PSSI akan mempersiapkan pembangunan nasional youth training center ini dibeberapa tempat, seperti Kalimantan, Sumatera, Papua dan pulau lainnya sehingga proses pelatihan pemain muda kita bisa teratasi dengan baik," harapnya.



