Kongres IASL Miliki Kekuatan Hukum
Kongres International Association of Sport Law (IASL) XIX yang berlangsung selama dua hari di Bali, memiliki kekuatan hukum dan sangat berpengaruh. Karenanya kongres ini memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia.
Ketua Panpel Kongres IASL, Hinca Panjaitan di sela-sela kongres IASL di Hotel Inna Grans Bali Becah Sanur, Selasa (29/10) mengatakan, Kongres IASL sangat penting dan memiliki kekuatan hukum dan sangat berpengaruh, mengingat kongres ini dihadiri anggota IASL yang juga para pakar hukum olahraga dari seluruh dunia .
Karena pentingnya kegiatan ini, banyak pihak yang tertarik hadir dalam kongres ini, seperti Ralf Mutschke, Direktur Sekuriti FIFA (FIFA Director Security) ini merupakan salah satu peserta yang hadir dalam kongres yang diikuti oleh 101 pakar hukum dari 15 negara.
Kongres IASL membahas berbagai hal terkait dengan keterkaitan Sport Law, Sport Tourism dan Lex Sportiva Instituta yang membahas dan saling berbagi mengenai aturan-aturan dan pengalaman di negara masing-masing peserta untuk sinkronisasi, termasuk isu permainan betting (judi) dalam olahraga.
Diantara pembicara yang hadir adalah Presiden IASL Prof Dimitrios Ponaglopoulos, Dr Simon Gardiner dari Leeds Metropolitan University Inggris, Prof John T Wolohan dari Syracuse University Amerika Serikat, Mehdi Yousefi Sadeghloo (Doctor Frome Universita Lumoges Perancis), serta belasan pakar hukum dari institusi-institusi China.
Pada sesi Selasa (29/10) malam digelar berbagai diskusi mengenai prospek olahraga masing-masing negara anggota IASL, termasuk perihal pengembangan bisnis olahraga yang telah demikian bebas sejalan dengan perkembangan teknologi informasi.



