Komdis PSSI Beri Persibo Hukuman Keras
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menghukum pemain, pelatih beserta official tim Persibo Bojonegoro. Komdis menilai Persibo telah memalukan sepakbola Indonesia dengan sengaja mengalah, saat takluk 0-8 atas Sunray Cave JC di laga penyisihan grup Piala AFC.
Tak hanya itu, Komdis yang telah melakukan berbagai investigasi menyebut jika adanya kerjasama antara pelatih, official dan pemain untuk berprilaku buruk. Pertandingan pun harus dihentikan wasit pada menit ke-65, menyusul pemain Persibo yang tersisa di lapangan hanya enam orang
Hinca menuturkan untuk mencari tahu informasi terkait adanya kesengajaan atau tidak dari pihak Persibo, Komdis menggelar 11 kali sidang. Dan hasilnya lima pemain Persibo yang terlihat cedera dilapangan ternyata hanya sandiwara yang merupakan intruksi dari official Persibo termasuk pelatih, asisten pelatih, manajer dan media officer.
"Hari ini kita putuskan menghukum lima pemain dan official Persibo Bojonegoro. Mereka telah berpura-pura cedera dan bekerja sama dalam melakukan tindakan buruk yang telah memalukan sepakbola Indonesia," kata Hinca Panjaitan saat jumpa wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6) malam.
"Pemain yang dihukum adalah Wahyu Teguh, Tri Rahmad Priadi, Bayu Andra Cahyadi, Eka Angger Iswanto (tidak boleh aktif dan bermain sepakbola selama dua tahun di semua tingkatan), Bijahlil Chahwa (satu tahun tidak boleh bermain dan lima tahun percobaan), Didik Bagus Triyono, Rendi Saputra, Sigit Meiko Susanto, Panggah Madiyatara, Happy Kurniawan (satu tahun hukuman dan percobaan dua tahun)," tambahnya.
Sedangkan untuk official yang bertanggungjawab dalam pertandingan tersebut, Komdis mengeluarkan hukuman yang sangat berat. Pelatih kepala Gusnul Yakin, Bambang Pramuji (asisten pelatih), Iman Nurcahyo (media officer) dan Nur Yahya (manajer) dijatuhi hukuman seumur hidup tidak boleh berkecimpung di sepakbola Indonesia.
"Hukuman itu mulai aktif hari ini dan sudah sesuai dengan kode disiplin FIFA yang diatur dalam pasal 138 dan kode disiplin PSSI di pasal 150 yang berisi dua ayat. Dan karena hukuman ini termasuk hukuman berat maka boleh dibanding di Komisi Banding," ujarnya.
"PSSI melalui keSekjenan akan melaporkan hal ini kepada FIFA dan AFC untuk ditindaklanjuti oleh mereka. Karena ini adalah tangga pertama untuk menyelidiki hal lainnya apakah ada pengaturan skor atau lain-lain," tandasnya.



