Jalinan Kerjasama Erat PSSI-UEFA-AFC

By
Updated: Kamis, 21/08/14 17:34
Jalinan Kerjasama Erat PSSI-UEFA-AFC

Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) sepakat melakukan kerja sama pengembangan sepakbola dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan PSSI. Hal ini diungkapkan dalam kunjungan delegasi UEFA ke Jakarta selama dua hari 20-21 Agustus 2014. Pengembangan liga profesional dan pengembangan klub menjadi hal serius yang akan dikerjakan.

Dalam pertemuan di VIP Barat Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta ini diikuti oleh Head of Stakeholder Affair UEFA Alex Phillips, Mark Timmer selaku Head of Stadia and Security of UEFA, Tom Gorissen sebagai Advisory Manajer UEFA. Sanjeevan selaku Director of Member Associations dan Development AFC, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin dan Sekjen PSSI, Joko Driyono.

Head of Stakeholder Affair UEFA Alex Phillips mengatakan, UEFA dan AFC punya kesamaan, misalnya dalam hal menggelar Liga Champions dan Piala AFC yang dinilai mirip dengan Liga Eropa.

"Kita datang untuk mengembangkan kerja sama dengan AFC dan anggota-anggotanya. Ada banyak persoalan tapi tentu kami tidak bisa melakukan semua, ada banyak federasi yang minta bantuan tapi tentu kami tidak bisa ke sana semua," ujar Alex kepada wartawan usai pertemuan ini.

Dalam hal pengelolaan sepak bola profesional, Alex melihat Indonesia punya kelebihan dan kekurangan dari kondisi geografis mereka. "Ini memang agak sulit. Tiap negara tentu punya karakteristik berbeda. Kalian punya kelebihan dan kekurangan. Karena begitu luasnya Indonesia, memang sulit mengatur jadwal dan menekan biaya. Biaya tentu akan tinggi," tambahnya.

"Keuntungannya, semisal kalian menggabungkan populasi lima liga besar di Eropa, akan sepadan dengan Indonesia yang punya 200 juta lebih penduduk. Peluang untuk mendapat pemasukan tinggi juga ada, untuk kompensasi biaya tinggi tadi. Keuntungan lain adalah gaya main yang berbeda karena kultur yang beragam," ucap Alex.

Alex menambahkan bahwa Indonesia dipilih untuk dibantu, bukan tanpa sebab. Selain atas rekomendasi AFC, semangat besar terhadap sepak bola turut memengaruhi. Indonesia disebut tinggal diarahkan untuk lebih baik ke depan.

"Ada 46 anggota AFC dan semua punya kebutuhan berbeda sehingga tidak mungkin untuk diakomodir. Alasan kami memilih Indonesia karena punya struktur yang baik dan rencana strategis yang jelas. Kami ke sini karena itu," jelas Alex.

"Saya cukup senang dengan yang ada di negara Asia. Terkhusus Indonesia, saat head to head antara liga Eropa dengan liga lokal, penonton tetap meminati liga lokal, dalam hal ini ISL. Saya apresiasi minta yang ada di Indonesia," tambahnya.

Alex juga menjelaskan bahwa beberapa hal akan menjadi fokus pihaknya. Utamanya untuk membuat liga di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

"Sebetulnya banyak sekali, namun dari diskusi kami akan fokus ke technical development, club development, dan Liga development. Kami menganalisa aspek mana yang bisa dibantu, untuk liga maupun PSSI,"tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Joko Driyono mengaku PSSI memang membutuhkan kerja sama dengan siapapun tanpa kecuali. Apalagi dengan UEFA yang sudah terkenal cakap mengelola liga.

"Kami memang butuh partnership dari siapapun tanpa kecuali. Kedatangan UEFA ini sebuah kabar baik karena semua pasti tahu UEFA ini ahli di industri sepak bola. Kami juga bicara tentang bagaimana membuat Liga profesional dan bisnisnya," ujar Joko.