Harapan Besar di Workshop Club Licensing 2015
Workshop Club Licensing 205 yang diselenggarakan PSSI resmi ditutup Selasa (24/3) di Hotel Parklane, Jakarta. Workshop yang berlangsung sejak Senin (23/3) lalu diikuti seluruh perwakilan 18 klub Indonesia Super League (ISL) 2015.
Dalam workshop ini PSSI juga meluncurkan Club Licensing Regulations (CLR) PSSI-ISL Grade sebagai pedoman memverifikasi klub calon peserta ISL. Selain itu salah satu aspek lisensi yang menjadi perhatian adalah tata kelola keuangan klub-klub ISL.
Direktur Keuangan LIGA Indonesia, Kokoh Afiat, menjelaskan jika dalam workshop kali ini pihaknya mengundang Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) untuk mengajarkan bagaimana cara klub mengelola tata keuangan mereka.
"Selama ini kami menilai ada yang baik dan masih ada yang kurang. Dengan adanya IAI maka klub bisa belajar bagaimana caranya membuat tata kelola keuangan yang baik," ujar Kokoh usai acara.
Dia menuturkan, selama ini seluruh klub yang ada di ISL mengatakan jika laporan keuangan yang mereka buat sudah sesuai dengan standar akuntansi. Namun dengan keluarnya Standart Akuntansi (SAK) pada tahun 2015 perlu adanya standar bagi PT Liga.
"Kami perlu keseragaman untuk seluruh klub dalam mengelola dan melaporkan keuangan mereka. Dan seluruh klub antusias sekali dengan hal ini," jelasnya
Sedangkan, Manajer Club Licensing Departement (CLD) PSSI, Tigorshalom Boboy mengatakan tahun 2014 ada tiga klub yang dapat lisensi yakni Persib Bandung, Arema Indonesia, dan Persipura Jayapura.
"Tahun ini kami targetkan ada 10 sampai 13 klub yang dapat lisensi. Untuk tahun ini, kami akan tekankan pada suporting dan keuangan karena masalah ini yang biasanya sulit dipenuhi klub," kata Tigor.
Tigor menambahkan bisa saja LIGA menaikkan atau menurunkan grade klub sesuai regulasi di ISL.
"Kami bisa menaikkan atau menurunkan grade yang ada, tentunya itu semua sesuai kebutuhan. Sebagai contoh adalah soal lisensi pelatih. Bila AFC memakai lisensi A AFC, kami di ISL masih memperbolehkan memakai lisensi B AFC untuk melatih klub," ungkap Tigor.
"Kami sesuaikan dengan kondisi sepak bola profesional Indonesia. Jadi ke depan, lisensi klub profesional ISL Grade bakal jadi faktor wajib buat klub
peserta ISL," tukas Tigor.



