Arema Genggam Erat Consadole Saporro
Arema Indonesia resmi mengikat kerjasama dengan club J-League divisi 2, Consadole Sapporo. Pada Sabtu, 21 Juni, Singo Edan bertemu secara resmi dengan manajemen Sapporo, sesaat sebelum pertandingan Consadole kontra Kataller Toyama.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menandatangani perjanjian kerjasama, dalam Memorandum of Understanding (MoU). General Manager Arema, Ruddy Widodo mewakili tim pujaan Aremania. Sementara, Consadole Sapporo diwakili Presiden Klub Yoshikazu Nonomura.
“Sebelum tanda tangan, kedua belah pihak sudah sepakat dengan poin-poin yang diajukan,” terang Media Officer Arema, Sudarmaji.
Sudarmaji menerangkan, ada beberapa poin penting yang disepakati oleh Consadole dan Arema, sebagai berikut : pengembangan dan pemeliharaan sistem akademi dari kedua klub, kerjasama profesional berupa pertukaran pemain, peningkatan kualitas pelatih lewat workshop dan kursus yang diberikan oleh Consadole Sapporo dan gagasan untuk friendly match antara kedua tim.
Lalu, ada pula kerjasama pengembangan sponsorship dan sumber daya manusia. “Khusus untuk sponsorship, kedua belah pihak bisa membangun jaringan bisnis, baik dari kalangan industri Jepang maupun industri di Indonesia,” papar Sudarmaji.
Mantan wartawan tersebut mengatakan, sebagai langkah awal kerjasama kedua belah pihak, logo masing-masing klub, akan dipajang dalam setiap laga home dari dua tim. Consadole Sapporo, akan tampil di LED board Arema Stadion Kanjuruhan.
Begitu juga, logo Arema Singo Edan, bakal tampil di E-board Sapporo setiap laga kandang. Kerjasama ini menjadikan Arema klub pertama di Indonesia yang menjalin hubungan resmi dengan klub Jepang. Sudarmaji menambahkan, setelah penandatanganan MoU, manajemen Arema sempat menyaksikan laga Consadole kontra Kataller Toyama.
“Kita sempat diajak berkeliling stadion untuk mengetahui tentang pengelolaan bisnis di sekitar stadion dan kepanpelan standar Jepang,” tandasnya.
Arema pun diberi kesempatan nonton pertandingan Sapporo-Toyama yang berakhir 2 - 0 untuk kemenangan Consadole.
Setelah meninggalkan tempat duduk VIP, manajemen berkeliling lagi untuk melihat penjualan souvenir klub dan penjualan tiket untuk laga lanjutan Consadole Sapporo.
“Dalam stadion, juga ada stand akademi Sapporo, yang membuka pendaftaran pemain, sekaligus menerima bantuan untuk pengembangan akademi, dengan nilai minimal 1000 yen,” tutup Sudarmaji






Comment