Tumbangkan Martapura, Beruang Madu Jaga Peluang
Persiba Balikpapan membuka peluang ke Delapan Besar setelah sukses mengalahkan Martapura FC dengan skor 3-2 pada laga Grup A Piala Presiden 2015 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (6/9).
Persiba sempat tertinggal 0-1 pada babak pertama, namun mereka sukses membalikan keadaan pada babak kedua. Atas hasil itu, Persiba membuat persaingan di Grup A menjadi sengit. Persiba mengoleksi tiga poin.
Sejak babak pertama, jual beli serangan langsung diperagakan kedua tim sesaat usai peluit kick off dibunyikan wasit. Tapi rapatnya pertahanan masing-masing tim membuat gawang kedua tim masih aman dari kebobolan.
Menit 19, Syaifullah Nazar membuat Martapura unggul 1-0. Gol itu lahir berkat kepiawaian Rizky Pora menerobos pertahanan lawan. Umpan silang yang dilepaskan Rizky dieksekui dengan mudah oleh Syaifullah. Skor 1-0 ini pun bertahan hingga akhir laga babak pertama.
Babak kedua, kedua tim tidak menurunkan tempo serangan. Persiba sukses menyamakan kedudukan menit 64. Tendangan bebas Bayu Pradana dari luar kotak penalti meluncur deras ke gawang yang tak mampu dihalau kiper Fauzal Mubarok.
Menit 71, Bayu Pradana membalikan keadaan, Persiba berbalik unggul setelah berhasil mengonversi umpan silang dari I Made Wirahadi. Berada di atas angin, Persiba terus menekan, menit 74, Sholehudin yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil memperlebar jarak menjadi 3-1.
Setelah unggul 3-1, Persiba bermain lebih bertahan. Sebaliknya, Martapura bergeliat dan terus menyerang. Hasilnya, Martapura berhasil memprkecil kedudukan lewat Isnan Ali di akhir babak kedua. Skor 3-2 bertahan hingga laga usai. Skor 3-2 bertahan hingga laga usai.
Tak hanya itu, kemenangan Persiba disebabkan kemampuan mereka menepikan memori buruk saat tumbang di tangan Persib. Selepas laga ini, Tim Beruang Madu akan memaksimalkan waktu untuk pemulihan fisik sebab duel melawan Martapura cukup melelahkan.
"Kami terus tekankan pada pemain supaya melupakan hasil kemarin. Syukur, mereka bisa. Kemenangan ini membawa efek positif bagi tim," jelas Hariadi.
Kubu Martapura FC mengakui faktor jam terbang para pemainnya menjadi penyebab utama kegagalan mereka meraih poin penuh. Maklum, sempat menguasai pertandingan di babak pertama, mereka justru kendur di babak kedua.
"Inilah sepak bola, kalau kehilangan konsentrasi sedikit saja, bisa berakibat fatal," tutur Frans Sinatra Huwae, pelatih Martapura FC.



