La Nyalla: Penangkapan Pejabat FIFA Jangan Dikaitkan Dengan PSSI

By
Updated: Kamis, 28/05/15 00:00
La Nyalla: Penangkapan Pejabat FIFA Jangan Dikaitkan Dengan PSSI

Kasus korupsi yang menyeret sejumlah petinggi FIFA menggemparkan jagat sepak bola dunia. PSSI sebagai anggota FIFA pun mengecam tindak kejahatan tersebut.

FBI menangkap sedikitnya 15 orang dengan tuduhan tindak pemerasan, korupsi, dan konspirasi yang melibatkan wakil presiden FIFA, anggota FIFA, hingga mantan pejabat FIFA, serta sejumlah petinggi perusahaan pemasaran di bidang olahraga.

 “Kasus korupsi yang melibatkan FIFA ini jelas mengejutkan sekaligus menyedihkan. Pihak berwajib harus segera mengusut masalah ini hingga tuntas,” ujar ketua umum PSSI, La Nyalla Mattalitti.

Mayoritas kasus ini bermuara pada pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar, serta Piala Dunia 2010 lalu di Afrika Selatan. Para tersangka juga menerima suap terkait pengaturan hak siar dan penunjukan organisasi yang mengawasi penyelenggaraannya.

Jaksa penuntut di Amerika Serikat tidak menyebutkan adanya isu pengaturan skor dalam tindak kejahatan ini. Tetapi di Indonesia, kasus korupsi di FIFA ini dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mendikreditkan PSSI, yang saat ini terus diserang isu pengaturan skor. La Nyalla sendiri langsung membantah keterlibatan institusinya dalam kasus atur skor, apalagi sampai mendapat perlindungan dari oknum FIFA, seperti rumor yang saat ini sedang berhembus.

Dia juga menyayangkan upaya pihak-pihak tertentu yang mengaitkan dua isu yang berbeda untuk menjatuhkan PSSI.
"Penangkapan pejabat FIFA itu terkait bidding tuan rumah Piala Dunia, kecurangan pada bidding atau lelang dapat terjadi di mana saja dan di institusi manapun, bukan hanya di sepak bola, jadi jangan kait-kaitkan hal ini dengan PSSI," ujarnya.

“Sepak bola menjunjung tinggi azas fairplay. PSSI dengan tegas mengecam segala tindak kecurangan, termasuk pemerasan, korupsi, dan konspirasi. Tidak hanya di dunia sepak bola, tetapi dimanapun,” ia menambahkan.

La Nyalla sepakat bahwa tindakan tersebut telah mencoreng FIFA dan sepak bola secara umum. Karena itu, FIFA harus segera mengambil tindakan tegas. “Tidak ada tempat bagi segala bentuk kecurangan dan kejahatan di sepak bola. Siapapun yang terlibat harus segera diberantas agar wibawa FIFA di mata dunia dan anggotanya, termasuk PSSI, bisa kembali tegak,” katanya