Bambang Suryo dan PT Liga Penuhi Panggilan Komdis

By
Updated: Kamis, 03/09/15 00:00
Bambang Suryo dan PT Liga Penuhi Panggilan Komdis

Bambang Suryo (BS) dan Sekretaris PT Liga Indonesia, Tigor Shalomboboy hadir dalam panggilan Komisi Disiplin (Komdis) di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9) sore.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komdis, Ahmad Yulianto ini memeriksa BS panggilan Bambang Suryo terkait temuan dan dugaan dari masyarakat tentang para pelaku match fixing serta perilaku buruk lainnya di sepak bola Indonesia yang telah beredar luas di media.

Untuk Tigor, ia mewakili PT Liga Indonesia terkait keterangan mantan pelatih Persipur, Gunawan yang menyebutkan bahwa kompetisi Divisi Utama tahun 2013 tidak ada degradasi dan menjadi peluang terjadinya match fixing.

Ketua Komdis, Ahmad Yulianto mengatakan dari keterangan Tigor bahwa kompetisi tahun 2013 saat itu terjadi perseteruan antara PSSI dan KPSI. "Awalnya memang ada sistem untuk degradasi namun adanya unifikasi liga jadi sistem tersebut ditiadakan. Karena saat itu ada dua kompetisi Divisi Utama yang masing-masing dijalankan PT Liga Indonesia dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo," kata Yulianto usai rapat.

Yulianto menambahkan bahwa BS mengakui bahwa pernyataan di semua media itu benar.  "BS mengaku tahu banyak tentang jaringan-jaringan penjudi sepak bola di Indonesia. Oleh karena itu ia menjanjikan kepada Komdis paling cepat tiga hari dan paling lama satu minggu, ia akan memberikan data dan peta judi yang ada," tambah Yulianto.

"Pernyataan tersebut kita sambut dan semoga dia benar akan memberikan data itu. Nantinya kita bersama-sama lakukan gerakan agar mempersempit pelaku judi-judi bola di Indonesia. Harapan kami match fixing tak terjadi lagi. Untuk pernyataannya soal SEA Games, ia mengaku tidak menyebutkan atau menyudutkan PSSI, tapi hanya bandar," beber pria yang juga pengacara ini.

"Soal wasit Solikin, Komdis ingin mendalami lagi, oleh karena itu kami akan panggil salah satu anggota Komite Eksekutif yakni Pak Robertho Rouw terkait saat itu beliau menjadi Ketua Komite Wasit. Kita ingin tahu alur dan mekanisme penugasan wasit dalam bertugas," tutup Yulianto.