Kabau Sirah Muda Melaju ke Final

By
Updated: Jumat, 17/10/14 02:49
Kabau Sirah Muda Melaju ke Final

Semen Padang U-21 sukses melangkah ke Final Indonesia Super League (ISL) U-21 2014 dengan mengalahkan Mitra Kukar U-21 dengan skor 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (16/10). Dua gol kemenangan Kabau Sirah muda dicetak oleh Hendra Bayaw.

Sepanjang babak pertama, kedua kesebelasan lebih banyak melakukan kesalahan. Hal itu membuat pertandingan berjalan sangat alot.

Satu-satunya peluang yang terjadi di babak pertama tercipta pada menit ke-45+2. Gelandang Semen Padang U-21, Safrial Ifandi melepaskan tendangan voli dari dalam kotak penalti Sriwijaya. Tapi bola masih bisa dihalau kiper Hendra Susilo.

Selepas turun minum, Mitra Kukar yang mengandalkan serangan balik memperoleh peluang emas. Sepakan jarak jauh Aprani langsung mengarah ke gawang Kabau Sirah --sebutan Semen Padang-- tapi bola hasil sepakannya masih bisa ditepis Rahmanudin.

Hendra Bayaw membuat Semen Padang U-21 unggul di menit ke-64. Dia memanfaatkan bola yang gagal ditepis dengan sempurna oleh Hendra Susilo. Bola hasil sontekannya merobek gawang Mitra Kukar.

Tiga menit berselang, Kabau Sirah menggandakan keunggulan. Bayaw mencuri bola dari kaki pemain Mitra Kukar. Dia menggiring bola hingga ke dalam kotak penalti dan melepaskan sepakan dengan kaki kirinya. Hendra Susilo pun terpaksa memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua.

Sudah unggul, Semen Padang malah terlena. Penyerang mereka,  Hanafi Aziz mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Dwi Cahyono pada menit ke-70.

Unggul jumlah pemain, Mitra Kukar meningkatkan serangan untuk mencetak gol balasan. Tapi hingga bubaran tak ada gol tambahan tercipta. Kabau Sirah pun melenggang ke babak final.

Selepas pertandingan, pelatih Semen Padang, Delfri Adri memuji kinerja anak asuhnya. Dia pun tampak senang dengan pencapaian Kabau Sirah yang sukses mengulangi prestasi di tahun 2010 menembus partai final ISL U-21.

"Saya tak salah memainkan Bayaw sejak awal. Dia pemain inti di tim senior dan bisa memotivasi pemain kami," katanya.

"Saya juga puas dengan penampilan anak-anak yang bisa mencetak gol. Melaju ke final seperti ulangan tahun 2010 Tapi kami juga harus kehilangan satu pemain di laga ini," tambah Delfri.

Sementara itu, pelatih Mitra Kukar, Rahmat Hidayat cukup gemas dengan anak asuhnya yang tampil tergesa-gesa dan membuang banyak peluang.

"Saya sedikit kecewa karena kami punya empat peluang tapi tak bisa mencetak gol. Saya akui kami bermain sangat terburu-buru, Tapi inilah permainan, ada yang menang ada yang kalah," kata Rahmat.
Sent from my BlackBerry®