PSCS Puncaki Grup 2

By
Updated: Rabu, 27/02/13 22:06
PSCS Puncaki Grup 2

Persikad Depok semakin terpuruk di dasar klasemen Grup 2 kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2012/2013. Pada laga ketiganya sebagai tuanh rumah, Persikad kalah 0-2 dari PSCS di Stadion Merpati, Depok, Rabu (27/2).

Memiliki hasrat untuk meraih kemenangan perdana di kandang, Persikad harus menerima kenyataan gawang mereka dibobol PSCS pada menit ke-12. Gol tersebut dicetak oleh Wahyu Tri Harjanto.

Bukannya membalas, Persikad malah kebobolan lagi. PSCS Cilacap berhasil menggandakan keunggulan, kali ini lewat kaki Taryono, sontekan keras sang kapten dari area penalti pada menit 41, membuat Agung memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua.

Pertandingan babak kedua baru dimulai, gawang persikad kembali terancam, kali ini lewat, Owang A Bong. Legiun asing PSCS itu mendapat umpan tarik, sayang tendangannya masih melenceng tipis di kanan gawang yang di kawal Agung.

Dari beberapa peluang yang terjadi, hingga wasit memberikan empat menit injury time, tak mampu dimaksimalkan skuad Persikad untuk mencetak gol. Tak ada gol tercipta dibabak kedua, dan Persikad harus mengakui keunggulan PSCS 0-2.

“Kita akui kita kalah kualitas dengan mereka. Wajar kalau mereka menang dari kita, karena kita jauh di bawah kualitas mereka. Kalau tidak ingin terus di posisi bawah, kita harus merombak seluruh pemain, karena kita kalah di semua lini,” kata Meiyadi Rakasiwi, pelatih Persikad, usai pertandingan.

Sedangkan kubu PSCS Cilacap merasakan motivasi yang tinggi dari anak asuhnya untuk meraih kemenangan dalam laga ini.

“Yang pertama adalah motivasi dari para pemain, kedua saya tekankan kepada pemain jangan pernah mengeluh apapun, baik main di kandang maupun di luar kandang. Kondisi lapangan di sini sebenarnya, tidak mendukung,  tetapi sama-sama kita pakai. Jadi, saya katakana kepada pemain, yang bisa mengalahkan hanya dirimu sendiri ketika mendapatkan situasi yg seperti ini,” kata Gatot Barnowo, pelatih PSCS.

Selain soal motivasi, Gatot juga mengaku telah mempelajari pola main Persikad. Dan, ia pun dengan muda menemukan formula untuk mengatasinya.

“Jadi saya liat awal-awal persikad ini mudah terbaca, pertama-tama mereka ke samping, kemudian crossing dengan berharap pemain no 6 muncul sebagai target man. Maka, saya tekankan kepada wing back saya jangan terlalu naik, kuncinya di para pemain, strategi yang saya berikan diterapkan dan ada improvisasi juga di lapangan,” papar Gatot.

Kemenangan ini membuat PSCS menggeser PSIS Semarang di posisi puncak klasemen Grup 2. Nilai PSCS dan PSIS sebenarnya sama, 9, namun PSCS unggul selisih gol.