LIGA Gelar Pertemuan Dengan Klub Divisi Utama

By
Updated: Kamis, 07/05/15 00:00
LIGA Gelar Pertemuan Dengan Klub Divisi Utama

PT LIGA Indonesia melakukan pertemuan dengan perwakilan seluruh tim Divisi Utama 2015 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Kamis (7/5). Sebanyak 52 klub hadir dalam acara tersebut, dan mendapatkan penjelasan terkait terhentinya kompetisi musim 2015.

Seperti diketahui, pada Sabtu (2/5) lalu, melalui rapat Komite Eksekutif, PSSI memutuskan menghentikan seluruh kompetisi musim 2015 ini karena mengalami force majeure.

"Sama seperti pertemuan kemarin dengan klub ISL, kami juga memberikan penjelasan terkait backgound keputusan force majeure dari PSSI, lalu konsekuensinya seperti apa dan kita ingin memberi gambaran, seperti apa kompetisi selanjutnya," kata CEO PT LIGA, Joko Driyono, usai pertemuan.

"Saat ini, kita berada dalam kondisi sulit. Kami hanya bisa berharap agar PSSI dan Kemenpora segera bersinergi lagi. Tim Divisi Utama juga merasakan hal yang sama. Maka itu, kita di sini mencari solusi untuk bisa menghadapi masalah ini bersama," jelas pria asal Ngawi ini.

Lebih lanjut, Joko menyatakan, hal penting lainnya sebagai dampak dari situasi force mejeure yang berakibat kompetisi dihentikan, adalah menjawab pertanyaan, kapan kompetisi akan digulirkan. Dalam hal ini LIGA coba memberikan referensi kepada klub, dengan proyeksi rasional.

"Dalam konteks situasi force mejeure, tidak mungkin terlaksana menggelar kompetisi lagi dalam waktu dekat. Maka, kita proyeksikan kompetisi Divisi Utama 2015/2016 akan digelar pada Oktober 2015 - Juni 2016," papar Joko.

Dengan proyeksi tersebut, ada durasi kosong pada bulan Mei sampai September 2015. Pada masa inilah, dimungkinkan adanya event yang dibuat, dengan beberapa opsi, seperti menggelar turnamen regional maupun piala utama.

"Namun, LIGA tidak bisa semerta-merta melakukan eksekusi program baru. Hal ini akan dibawa dalam RUPS Luar Biasa pada 12 Mei mendatang. Ini juga sangat penting karena Kompetisi 2015 sudah selesai, sehingga perlu dilaporkan di RUPS dan pembahasan program season berikutnya," beber Joko.

Sedangkan Manajer Persebo Bondowoso, Hidayat M mengatakan jika keinginannya sama dengan apa yang diinginkan PT Liga, yakni PSSI dan Kemenpora segera cair.

"Kami dari Persebo, dan semua klub disini pasti ingin semuanya cepat selesai, jadi kompetisi bisa berjalan lagi," ujar Hidayat.

Hidayat mengaku sikap Menpora, Imam Nahrawi yang ingin menjalankan kompetisi di bawah tim transisi dirasa itu tidak benar. "Kami semua sepakat kalau kompetisi Divisi Utama bukan di bawah PSSI dan operatornya PT LIGA kami tidak ikut, semua," kata Hidayat.