85 Tahun PSSI, Semakin Dewasa dan Membaik

By
Updated: Senin, 20/04/15 00:00
85 Tahun PSSI, Semakin Dewasa dan Membaik

Setelah kemarin sukses mengadakan Kongres Luar Biasa di tempat yang sama dengan suasana dan situasi yang kondusif, maka wajar saja kalau hari ini, semua yang menjadi bagian dalam sepak bola di PSSI turut merayakan dan sedikit berpesta dengan sederhana. Semakin dewasa, PSSI sejauh ini sudah memperlihatkan progres yang membaik.

Pembinaan usia muda sedang digalakkan dan terus dilanjutkan, sepak bola wanita kembali dijalankan dan sudah memperlihatkan peningkatan yang baik, berbagai macam kursus kepelatihan juga tengah berjalan, penyegaran perangkat pertandingan (wasit, pengawas pertandingan,dll), futsal juga sudah jalan dengan digulirkannya kompetisi Futsal Super League, jangan lupa juga kantor PSSI dengan desain yang lebih modern dan terbuka.

Semua itu diraih dengan perjuangan yang tidak mudah dan harus dilakukan secara bersama-sama. Dalam pidato sambutan La Nyalla Matalitti yang pertama sebagai ketua umum PSSI dan bertepatan dengan ulang tahun PSSI, dirinya mengatakan: “Ir. Soeratin sebagai salah satu founding fathers PSSI di tanggal 19 April 1930 pertama kali menjadikan organisasi sebagai alat pemersatu bangsa jauh sebelum republik ini berdiri. Sepak bola juga sudah dimainkan di dunia Internasional, jauh sebelum PSSI didirikan.”

“Selain sebagai alat pemersatu, sepak bola juga diharapkan menularkan nilai-nilai universal didalamnya yaitu respect (saling menghargai), fair play (bermain jujur) dan unity (kesatuan). PSSI sebagai organisasi yang menaungi sepak bola mempunyai tugas utama yaitu membina dan mengembangkan sepakbola, sehingga PSSI wajib melindungi kepentingan anggotanya,” lanjutnya.

“Tidak mungkin dan tidak akan pernah PSSI mematikan anggotanya tanpa alasan yang jelas dan tidak benar pula PSSI melarang anggotanya mengikuti kompetisi juga tanpa alasan yang benar karena itu PSSI menolak segala macam bentuk intervensi di wilayah kerja dan tugas PSSI. Apalagi intervensi yang didasarkan kepada kepentingan diluar sepak bola dan sejatinya dapat merusak sepak bola.”

La Nyalla juga memiliki hasrat kuat dalam membangun sepak bola kedepannya di masa jabatannya hingga tahun 2019 nanti.

“Saya dan semua jajaran anggota exco PSSI periode masa bakti 2015-2019 bertekad bulat menjaga marwat, harkat dan martabat sepak bola dan siapa pun juga yang akan berusaha merusak sepak bola Indonesia, tentu perjuangan ini harus kita tempuh dengan bermacam cara dan akan semakin efektif bila dilakukan dalam suasana persatuan dan kesatuan, karena perpecahan akan menimbulkan kesulitan,” tegasnya.

“Akhir kata, saya tegaskan, mari kita berjuang bersama tentunya dengan mohon doa dan restu dari Allah SWT untuk membangun sepak bola yang lebih maju, sehat, bersih dan berprestasi. Karena kebenaran bisa dilaksanakan tetapi kebenaran tidak bisa disalahkan,” sambungnya menutup pidato malam itu.

Acara ini juga diramaikan oleh penampilan dari Arema Voice Band dan juga ada penyerahan sumbangan kepada anak yatim piatu yayasan Al Jabbar, tidak lupa dengan penghargaan lifetime achievement kepada Yopie Lepel.